Shalat Berjamaah Dengan Pacar, Bolehkah?

Images (3)

Pacaran sudah menjadi hal yang lumrah di tengah masyarakat terutama dikalangan pemuda-pemudi. Akan tetapi kelumrahan ini tetap tidak mengeluarkan pacaran dari perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam islam.

Yang mirisnya adalah pacaran tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang buruk, akan tetapi banyak diantara mereka yang rajin mengerjakan shalat namun di waktu yang sama mereka juga tidak segan-segan untuk menjalani proses pacaran.

Bahkan yang lebih unik, tak jarang pula kita mendapati pasangan-pasangan ini mengerjakan shalat berduaan, yang laki-laki menjadi Imam dan yang perempuan menjadi makmum padahal mereka bukan pasangan legal menurut syariat.

Kalau kejadiannya seperti diatas, bolehkah demikian? dan bagaimana status shalat mereka?

Larangan Berduaan Laki-laki Dan Perempuan Yang Bukan Mahram

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

”Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan, kecuali dia ditemani mahramnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Kemudian dari Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

”Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan. (HR Ahmad)

Hadits-hadist diatas dengan terang menjelaskan bahwa kita di perintahkan menafikan khalwat dengan perempuan yang bukan mahram atau ajnabiyyah. Karena hal tersebut bisa menjerumuskan kepada sesuatu yang dilarang.

Dari sini kemudian dapat dipahami kenapa berkhalwat atau berduaan dengan perempuan yang bukan mahram diharamkan. Jadi larangan tersebut bisa dipahami sebagai upaya untuk menutup hal-hal yang tidak buruk.

Hukum Shalat Berduaan Dengan Pacar

Imam Asy-Syirazi dalam kitab Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i menerangkan:

وَيُكْرَهُ أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ بِامْرَأَةٍ أَجْنَبِيَّةٍ لِمَا رَوَي أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Dan dimakruhkan seorang laki-laki shalat dengan seorang perempuan ajnabiyyah karena didasarkan pada sabda Nabi SAW, ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan karena yang ketiga di antara mereka adalah setan,”

Kemakruhan dalam kontkes diatas kemudian di jelaskan lebih rinci oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:

المراد بالكراهة كراهة تحريم هذا إذا خلا بها: قال أصحابنا إذا أم الرجل بامرأته أو محرم له وخلا بها جاز بلا كراهة لأنه يباح له الخلوة بها في غير الصلاة وإن أم بأجنبية وخلا بها حرم ذلك عليه وعليها للأحاديث الصحيحة

Yang dimaksud makruh dari keterangan beliau adalah makruh tahrim (artinya: haram). Ini jika lelaki itu berduaan dengan seorang perempuan. Para ulama madzhab Syafii mengatakan, apabila seorang lelaki mengimami istrinya atau mahramnya, dan berduaan dengannya, hukumnya boleh dan tidak makruh. Karena boleh berduaan dengan istri atau mahram di luar shalat. Namun jika dia mengimami wanita yang bukan mahram dan berduaan dengannya, hukumnya haram bagi lelaki itu dan haram pula bagi si wanita

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitabnya as-Syarh al-Mumthi’ juga menjelaskan:

إذا خَلا بها فإنَّه يحرُمُ عليه أن يَؤمَّها ؛ لأنَّ ما أفضى إلى المُحَرَّمِ فهو محرَّمٌ

“Apabila seorang lelaki berduaan dengan wanita yang bukan mahram, maka haram baginya untuk menjadi imam bagi wanita itu. Karena segala yang bisa mengantarkan kepada yang haram, hukumnya haram.”

Dari keterangan-keterangan para ulama diatas, kesimpulannya adalah haramnya seorang laki-laki shalat berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya.

Lalu apakah shalatnya sah?

Shalat berjamaah dengan perempuan yang bukan mahram atau dengan pacar sebagaimana dijelaskan di atas memang haram akan tetapi shalatnya tetap sah.

Sebab keharaman shalat berduaan dengan pacar atau perempuan yang bukan mahramnya karena adanya sesuatu yang berada di luar shalat yaitu berkhalwat atau berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Sedang berkhalwat tersebut bisa terjadi melalui perantara shalat dan yang lainnya.

Jadi shalatnya tetap sah meskipun pelakunya dihukumi berdosa karena melakukan perbuatan yang terlarang.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik, Hindari dan jauhi keinginan untuk berdua-duaan dengan pacar, karena bisa menjerumuskan ke dalam perbuatan yang dilarang.