Batasan Haid Pada Muslimah (Maksimal dan Minimal)

Haid
Haid

Tidak heran lagi, sebagian perempuan merasa nyeri dan tidak nyaman saat menstruasi datang, apalagi jika dirasakan ketika sedang melakukan banyak aktivitas. Maka sebagai muslimah kita huarus tau batasan haid secara maksimal dan minumal.

Wajib Tau Maksimal dan Minimalnya Datang Bulan

Menurut medis, waktu lamanya datang bulan bisa memanjang atau memendek dikarenakan gangguan hormon atau penyakit.

Misalnya normal datang bulan itu 3-7 hari, maka bisa memanjangan lebih dari 7 hari atau kurang dari 3 hari.

Begitu juga panjang siklus datang bulan, bisa memanjang dan bisa juga memendek. Misalnya panjang siklus 15 hari (normalnya 28 hari atau sebulan), maka dalam satu bulan dia bisa mengalami 2x datang bulan, atau siklus memanjang sehingga 2 bulan sekali ia dapat datang bulan.

Berikut istilahnya:

-Menoragi: Datang bulan memanjang dari normal

-Menoragi: Datang bulan memanjang dari normal

-Brakimenore: Datang bulan memendek dari normal

-Polimenore: siklus datang bulan memendek dari normal

-Oligomenore: siklus datang bulan memanjang dari normal

Tentang hal ini Ulama juga berbeda pendapat, tetapi pendapat yang kuat adalah tidak ada batasan  maksimal dan minimal datang bulan, dan ini juga didukung oleh fakta secara medis.

Dengan alasan:

Syariat tidak menetapkan angka pasti lama waktunya datang bulan, Karena datang bulan adalah masalah yang sangat umum sekali, pasti syariat menjelaskan jika memang ada batasan lamanya.

Syariat menetapkan illat/alasan bersih haid yaitu bersih dari “kotoran”, kapan bersih darah haid, itulah masa berhentinya haid.

Allah menjelaskan Haid adalah “kotoran” ketika kotoran itu telah berhenti  dan suci dari kotoran itulah berhentinya haid dan diperbolehkan melakukan syariat shalat dan puasa.

Firman Allah Ta’ala.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah : “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekatkan mereka, sebelum mereka suci” (Al-Baqarah/2: 222)

‘Aisyah diperintahkan suci dari kotoran baru boleh manasik haji dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menetapkan batasan harinya. Beliau berkata kepada ‘Aisyah.

افْعَلِيْ مَا يَفْعَلُ الحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوْفِي بِالبَيْت حَتَّى تَطْهُرِي

“Lakukanlah apa yang dilakukan jemaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di Ka’bah sebelum kamu suci.

Demikianlah pembahasan di atas Semoga bermanfaat.

Referensi Muslimahfiyyah.com

Advocate

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership