Pandangan Agama Islam Tentang Cinta

Cinta

Apa itu ‘Cinta’! banyak orang memaknainya dengan berbagai ragam dan menjadi persoalan tersendiri bagi manusia. Sehingga seiring waktu makna tersebut terus dicari dan digali.

Membahas Tentang Cinta

Memang tak akan ada habisnya dari zaman ke zaman, seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta’ dan bagaimana pandangan Agama Islam tentang hal tersebut ?

Silahkan dibaca sampai selesai ya, semoga bermafaat bagi semuanya!.

Beberapa pengertian tentang cinta dibawah ini :

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata cinta diartikan sebagai perasaan kasih dan sayang terhadap sesuatu atau orang lain.

Secara istilahpun menyebutkan bahwa, sebagai suatu perasaan yang dialami manusia, dan perasaan tersebut menimbulkan kasih sayang bagi yang merasakannya.

Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya, sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.

Cinta yang hakiki adalah milik Allah Subhanahu wata’ala, karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan maha pemilik kasih sayag. Dalam pengertian lain, islam juga memandang cinta sebagai dasar persaudaraan, antar manusia dan perasaan yang melandasi hubungannya dengan makhluk lain, seperti pada hewan dan tumbuhan.

Dalil Cinta Dalam Alqur’an

Cinta adalah salah satu pokok kehidupan, dalam Alqur’an kata cinta juga disebutkan dengan berbagai sinonim atau persamaan kata. Adapun, ayat-ayat yang menyebutkan perihal tersebut adalah sebagai berikut

Al Imran ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). 

Al Imran ayat 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Al Hujurat ayat  7

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Al Isra ayat 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Bentuk-bentuk Cinta

Suatu perasaan yang dimiliki oleh manusia, untuk merasakannya. Berbagai macam bentuk cinta di dalam kehidupan manusia.

Setiap bentuk tersebut memiliki perbedaan, walaupun pada dasarnya semua bentuk itu sama.

Cinta kepada Allah SWT

Cinta yang paling tinggi dalam kehidupan manusia, terutama umat islam adalah cinta kepada Allah subhanahu wata’ala. Sang pencipta alam semesta dan yang maha memiliki cinta.

Umat muslim yang mencintai Allah akan merasa bahwa, sebagai hambaNya kita tidak dapat hidup tanpa adanya kasih sayang dari Allah subhanahu wata’ala. Maka, dari itu, mencintai allah subhanahu wata’ala adalah mutlak bagi setiap umat muslim.

firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Al Baqarah ayat 165 berikut

 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (QS al-Baqarah: 165)

Dan jika seseorang tidak lagi memiliki rasa cinta pada Allah subhanahu wata’ala apalagi ajarannya. Maka, tertutuplah hatinya.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah ali-Imran: 31)

Cinta Terhadap Sesama Manusia

Dalam ajaran  atau syaruat Islam, suka kepada manusia adalah seharusnya merupakan perwujudan dari cinta kepada Allah subhanahu wata’ala. Dapat dikatakan jika seseorang mencintai Allah, maka ia pun akan mencintai manusia lainnya dan hal inilah yang mendorong manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya atau yang dikenal dengan akhlak.

Sebagaimana Allah berfirman dalam yat berikut ini :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 “Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat:13).

Cinta Terhadap Alam Sekitar

Setelah mencintai Allah yang merupakan pencipta dari seluruh isi alam semesta. Maka, Seorang hamba yang memiliki rasa cinta pada Allah subhanahu wata’ala, juga akan mencintai segala yang diciptakannya dan berusaha menjaganya.

Pada hakikatnya, cinta adalah menyangkut kehidupan spiritual dan emosional seseorang.

Semoga bermafaat

Referensi Liputan6

Advocate

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership