Kuliah Dulu Atau Menikah Dulu? Inilah Solusi Terbaik.

Jangan takut menikah inilah janji allah swt untuk kamu yang berani menikah

Di zaman ini rasanya anjuran untuk menikah di usia muda sangatlah realistis, mengingat hari ini syahwat dan fitnah tersebar di setiap tempat. Dan menikah adalah solusi paling tepat untuk menanggulangi bencana ini.

Namun pada kenyataannya, menikah tidaklah semudah yang di gambarkan. Ada banyak pertimbangan-pertimbangan untuk menikah, seperti misalnya masih kuliah dan belum punya penghasilan yang mencukupi. Namun disisi lain, jiwa meronta-ronta ingin bertemu separuh jiwanya.

lalu, bagaimana solusi Idealnya? apakah menikah dulu atau kuliah dulu, atau kuliah sambil menikah?

Anjuran Segera Menikah

Rasulullah memerintahkan para pemuda untuk segera menikah. Karena ini solusi yang paling ideal untuk meredam syahwat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah, karena nikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.” (HR Muttafaqun alaihi)

Anjuran ini ditujukan kepada pemuda karena ujian terbesar yang dihadapi mereka adalah ujian syahwat, oleh karena itu rasulullah memberikan solusi ideal yakni menikah, karena menikah adalah pelindung dari ujian syahwat.

Tidak Harus Langsung Tinggal Serumah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau berusia 7 tahun. dan Beliau baru tinggal serumah dan kumpul dengan Aisyah, ketika Aisyah berusia 9 tahun.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَزَوَّجَهَا وَهْىَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِىَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ وَلُعَبُهَا مَعَهَا وَمَاتَ عَنْهَا وَهِىَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika Aisyah berusia 7 tahun. dan Aisyah kumpul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berusia 9 tahun, sementara mainan Aisyah bersamanya. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat ketika Aisyah berusia 18 tahun. ( HR Muslim )

Dalam hadist ini rasulullah menunda tinggal bersama dan berhubungan badan dengan aisyah ketika usia aisyah sudah menginjak 9 tahun. karena memang akad nikah tidak mengharuskan seseorang untuk langsung berhubungan badan dan boleh menundanya sampai waktu tertentu.

Ini solusi ideal juga bagi mahasiswa yang belum bisa untuk tinggal bersama. Baik karena pertimbangan belajar, atau saran dari orang tua atau pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Atau jika kedua-duanya masih sama-sama kuliah, maka bisa tinggal di kos-kosan masing-masing untuk menghemat biaya, karena biasanya mahasiswa ngekos secara berjamaah dengan teman-temanya untuk menghemat biaya.

Biaya Hidup Di Tanggung Masing-Masing.

Pertama: Seorang ayah berkewajiban menafkahi anak laki-lakinya sampai si anak sudah mempunyai penghasilan sendiri atau punya simpanan uang yang mencukupi hidupnya.

Kedua: Sementara kewajiban seorang ayah menafkahi anak perempuanya adalah sampai ketika si anak sudah menikah.

Lalu Bolehkah sang ayah tetap memberi nafkah terhadap anaknya meskipun si anak sudah menikah?

Jawabannya tentu boleh-boleh saja, karena nafkah di atas sifatnya adalah nafkah wajib, adapun sedekah sunnah maka tidak ada batasannya, apalagi jika orang tua berkecukupan, dan ingin membantu anaknya maka itu sangat di anjurkan.

Jadi solusi berikutnya adalah biaya kehidupan ditanggung masing-masing, supaya tetap fokus dalam belajar. Meskipun ini jarang di temukan, tapi tetap saja ini bisa jadi solusi ideal bagi mereka yang sudah sampai tahap sangat membutuhkan pernikahan.

Kuliah Sambil Kerja.

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)

ثلاثة حق على الله عونهم: النَّاكِحُ يُرِيدُ الْعَفَافَ والمكاتب يريد الأداء والغازى في سبيل الله

“Tiga macam golongan yang berhak memperoleh pertolongan Allah, yaitu orang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya, budak mukatab yang bertekad melunasi hutangnya dan orang yang berperang di jalan Allah.”

Dari firman Allah dan sabda nabi diatas maka tidak ada yang perlu diragukan dari janji-janji Allah, bahwa menikah akan membuka pintu rezeki, hal ini terbukti dari banyaknya pasangan-pasangan yang menemukan kebahagian dan kesuksesan ketika mereka sudah menikah.

Kuliah tidak menguras waktumu selama 24 Jam. Ada sisa sisa waktu lain bisa dimanfaatkan untuk bekerja, tidak perlu berpenghasilan tetap yang penting tetap berpenghasilan, sedikit tapi berkah akan bermakna lebih.

Pilih Salah Satu.

Rasulullah ketika melihat para pemuda menghadapi ujian syahwat, maka rasulullah memberikan solusi sesuai dengan keadaan masing-masing. Jika pemuda itu sudah mampu menikah, maka solusi terbaik adalah menikah, namun jika belum mampu karena adanya pertimbangan-pertimbangan, maka rasulullah memberikan solusi untuk berpuasa, karena puasa juga bisa meredam nafsu dan dengan melakukan ketaatan-ketaatan lain.

Kuliah sambil menikah tidaklah mudah, karena menikah akan menuntut anda untuk mencari nafkah, otomatis waktu belajar anda akan terbagi.

Jika anda siap dan yakin untuk kuliah sambil menikah dengan segala resikonya, maka janganlah khawatir, Allah akan menolong hamba-hambanya yang ingin menjaga diri dari fitnah.

Namun jika anda belum yakin, selesaikan kuliah dan baru kemudian menikah.